Wednesday

II.3. Konfigurasi Gelombang EKG

Sebelum melangkah lebih jauh dalam mempelajari EKG (elektrokardiografi), anda harus mengenal dan menghafal nilai normal tiap gelombang yang ada dalam EKG. Sekali lagi anda harus mengingatnya dan mengerti dari arti gelombang tersebut, sehingga dalam prakteknya anda tidak mengabaikan sekecil apapun bentuk kelainan saat anda menginterpretasi 12 lead EKG.


Ada beberapa gelombang yang wajib anda ketahui dan kuasai dengan baik bila anda ingin menjadi interpreter EKG yang handal. Gelombang EKG tersebut adalah Gelombang P, PR interval, komplek QRS, gelombang T, ST segment, QT interval, gelombang U. (Lihat gambar 20)









(Gb : 20)



Gelombang P

Gelombang positip pertama kali muncul adalah gelombang P.
Menggambarkan depolarisasi dari otot kedua atrium (kanan & kiri).
Cara mengukur gel P adalah dihitung mulai dari awal gelombang P sampai dengan akhir gel P.
Nilai normal gel P tinggi tidak melebihi 2,5mm (2,5 kotak kecil) dan lebarnya juga tidak melebihi 2,5mm (2,5 kotak kecil).
Tinggi gel P melebihi 2,5 mm (P pulmonal), mengidentifikasikan adanya pembesaran di otot atrium kanan.
Lebar melebihi 2,5 mm( P mitral), mengidntifikasikan adanya pembesaran pada otot atrium kiri.
Gelombang P harus positip di lead II dan harus negatif di lead aVR.


PR Interval

PR interval adalah mewakili waktu yang dibutuhkan oleh SA node untuk mendepolarisasi otot atrium, sampai AV node dan Bundle his.
PR interval di ukur mulai dari permulaan gel P sampai dengan awal komplek QRS.
Normal PR interval yaitu 3 mm - 5 mm ( 3 kotak kecil - 5 kotak kecil) atau 0,12 detik sampai 0,20 detik.
Apabila PR interval melebihi 0,20 detik atau 5 kotak kecil, mengidentifikasikan adanya AV blok.
Apabila PR interval kurang dari 0,12 detik atau 3 kotak kecil, mengidentifiksikan adanya accelerated pacemaker (seprti kasus WPW syndrome= wolff parkinson white syndrome).


Komplek QRS

Komplek QRS terdiri dari gelombang Q, gelombang R, gelombang S.
Komplek QRS menggambarkan depolarisasi otot ventrikel.
Gelombang Q adalah gel negatif pertama setelah gel P, gel Q mewakili depolarisasi otot septum ventikel, normal gel Q tidak boleh melebihi 1/3 gelombang R, apabila gel Q melebihi 1/3 gel R mengidentifikasikan adanya infark.
Pada lead (V1,V2,V3) apabila ditemukan gelombang Q, ini mengindikasikan abnormal EKG, biasanya di temukan pada kasus MI atau gangguan konduksi seperti LBBB.
Gelombang Q normal ditemukan pada lead V5 & V6, apabila tidak ditemukan gel Q pada lead ini, kemungkinan besar adanya LBBB.
Gelombang R adalah gelombang positip pertama setelah gel Q.
Gelombang R pada V1 sampai dengan V6 mengalami penambahan voltage, apabila gelombang R dari V1 sampai dengan V6 tidak mengalami penambahan maka dinamakan "poor progression"
Gelombang S adalah gelombang negatif kedua setelah gelombang R.
Gelombang S dari V1 sampai dengan V2 voltasenya akan menurun, apabila di temukan gelombang S pada V5 atau V6 dengan kedalaman lebih dari 5 mm, maka besar kemungkinan adanya RBBB.
Pada precordial lead(V1 s/d v6) terdapat transition zone, yaitu normalnya terletak pada lead V3 or V4.( lihat gambar 21)
Komplek QRS diukur muali dari awal Komplek QRS atau gel Q sampai dengan akhir gel S.
Normal komplek QRS tidak boleh melebihi 0,10 detik, apabila melebihinya mengidentifikasikan adanya gangguan konduksi pada intraventrikuler ( seperti LBBB, RBBB, LAHB,LPHB).
Apapun bentuk konfigurasi yang terlihat di gambar 21 adalah semua sama menggambarkan depolarisasi otot ventrikel.






Gb : 21



Gelombang T
Gelombang T menggambarkan repolarisasi otot ventrikel.
Gelombang positip pertama setelah gelombang S.
Normal gelombang T, selalu mengikuti arah komplek QRS, selalu negatif pada lead aVR, tinggi tidak melebihi 5 mm pada ekstermitas lead( I, II, III, aVR, aVL, aVF) dan tidak melebihi 10 mm pada precordial lead (V1 s/d V6).
Gelombang T yang tinggi biasanya seing ditemukan pada kasus hiperkalemia.
Sedangkan gelombang T yang datar atau terbalik atau inverted biasanya sering di temui pada kasus penyakit jantung iskemic, dll.



QT Interval
QT interval adalah waktu yang diperlukan untuk mendepolarisasi otot venrikel sampai dengan mengadakan repolarisasi kembali.
QT interval diukur dari permulaan komplek QRS atau gel Q sampai dengan akhir gelombang T.
Normal QT interval antara 0,38 detik sampai dengan 0,46 deik. Biasanya QT interval pada wanita lebih panjang dari laki-laki.
QT interval memanjang biasanya ditemukan pada kasus hipokalsemia or obat-obatan
QT interval memendek biasanya di temukan pada kasus takikardia dan hiperkalsemia.
Apabila anda menemukan EKG dengan QT interval yang memanjang disertai dengan keluhan pasien, kalau tidak diobati dengan cepat biasana EKG akan berubah menjadi ventrikel fibrilasi atau ventikel takikardi dan kematian nantinya.



ST Segmen
ST segmen adalah garis zero line atau isoelektrik antara akhir gel S sampai awal gelombang T, atau tepatnya di mulai dari titik "J" atau junctinal point sampai awal dimulanya gelombang T.
Titik J junctional adalah titik berakhirnya gelombang S.
Normal ST segmen tidak boleh melebihi +2 mm dari zero line/ garis isoelektrik, tidak melebihi -1 mm dari zero line atau garis isoelektrik.
Apabila ST segmen melebihi + 2mm dari garis isoelektrik, kemungkinan besar dinamakan ST elevasi pada kasus MI (myocardiac infarction) atau pada normal EKG dinamakan early repolarization.
Apabila ST segmen melebihi -1mm dari garis isoelektrik, dinamakan ST depresi. Biasanya ditemukan pada kasus jantung iskemia.
Pada prakteknya,tergantung kejelian kita. Karena kriteria ST elevasi maupun ST depressi tidak selamanya sesuai dengan kriterianya. (lihat Gb 22 & 23)











(Gb: 22ST depresi)













(Gb:23 tampak ST elevasi pada lead II, III, aVF dan ST depresi di lead I & aVL)






11 comments:

  1. permisi .. mau tanya LBBB sama RBBB tuh apa yah?

    ReplyDelete
  2. Untuk lucia lanny :
    Dengan senang hati untuk menjawabnya...
    LBBB (left Bundle Branch Block)
    LAHB (left Anterior Hemiblock)
    LPHB (left Posterior Hemiblock)

    RBBB (Right Bundle Branch Block)

    ReplyDelete
  3. boleh g saya minta di tapilkan hasil EKG jantung yang sehat......makasih

    ReplyDelete
  4. itu iskemi lateral tinggi dan STEMI inferior?

    ReplyDelete
  5. sungguh sangat bernilai tulisan ini, saya menghargai usaha anda, dan beberapa bagian saya tampilkan dalam blog saya. terima kasih.

    ReplyDelete
  6. saya bukanlah ahli dibidang medik, tapi berkutat selama 5 tahun dengan penderita jantung dan Rs-JHI-jakarta seperti rumah ke2, membuat saya penasaran dan mempelajari banyak hal tentang kardio melalui internet. sebab saya pikir akan bnyk saudara, sanak famili yg mengalami penyakit ini.

    ReplyDelete
  7. mas/mbak, saya mau tanya. saya kemarin tes EKG, hasilnya complete RBBB. itu indikasinya apa ya?

    ReplyDelete
  8. Akan lebih enak kl disebutkan jenis kelamin, umur, profesi dan alasan dilakukan test ekg. Tp tdk apa, anggap saja mas/mbaknya bukan dari profesi kesehatan, jd jwbnyapun sy kondisikan seperti itu. Begini, Jantung dua ruang besar yaitu ventrikel kanan & ventrikel kiri. Kedua ruang besar ini di aktifkan secara bersamaan agar bisa memompa, dimana ventrikel kiri di aktifkan o/LBB (left bundle branch) dan vebtrikel kanan o/RBB (right bundle branch). RBBB artinya bahwa cabang kanan atau RBB tdk bs mengaktifkan ventrikel kanan. Jgn cemas, cabang dari kiri akan menolongnya sehingga fungsi jantung tetap terjaga. Silahkan add YM saya abu_nazmah@yahoo.com agar kita bs diskusikan lebih detail lg. Thanks

    ReplyDelete
  9. materinya sangat membantu pak, jujur pas seminar di stikes muhammadiyah palembang tahun kemarin belum mengerti tapi kebetulan laagi pelatihan BTCLS dan materi-materi pas seminar kmrin dan juga materi bapak diblog ini sangat membantu untuk membaca EKG tapi masih tetap dalam proses belajar yang panjang juga.

    ReplyDelete
  10. Barakallah atas sharing ilmunya. semoga jadi amal jariah

    ReplyDelete