Thursday

II.1. Perekaman atau Penyandapan EKG

Dalam topik ini saya rasa anda semua sudah pernah mengalaminya saat anda masih dibangku kuliah, tapi bagi yang masih bingung atau sudah lupa akan saya berikan sedikit penyegaran kembali. Banyak sekali temen temen yang masih mengabaikan tata cara perekaman atau penyandapan EKG ini. Karena sekilas anda lihat dalam hasil perekaman EKG, baik yang tepat atau yang tidak tepat penempatan elektrodanya tidak jauh berbeda hasilnya (khususnya pada sandapan prekordial). Tapi tidak ada kata ampun bila anda melakukan kesalahan dalam penempatan elektroda pada sandapan bipolar lead atau unipolar ekstremitas, karena akan jelas sekali tampak pada hasil rekaman EKG nya


Sandapan/perekaman EKG dibagi menjadi 3 yaitu:

Sandapan Bipolar ----> lead I, lead II, Lead III
Sandapan Unipolar Ekstremitas ----> lead aVR, aVL, aVF
Sandapan Prekordial ----> lead V1, V2, V3, V4, V5, V6



A. Sandapan Bipolar

Sandapan bipolar merekam bioelektrikal jantung dari bidang frontal. Mengapa dinamakan sandapan bipolar? Karena sandapan bipolar hanya memerlukan 2 elektroda untuk merekam bioelektrikal pada jantung dimana kedua elektroda itu satu dinamakan elektroda negatif dan elektroda yang lain dinamakan elektroda
positip.
(lihat gambar 13).
Lead I
Lead ini merekam bioelektrikal jantung dengan memasang negatif elektroda di tangan kanan, sedangkan positip elektroda dipasang di tangan kiri. Ingat!! positip elektroda pada lead I berada di tangan kiri !!
Lead II
Lead ini merekam bioelektrikal jantung dengan memasang negatif elektroda di tangan kanan, sedangkan positip elektroda dipasang di kaki kiri. Ingat!! positip elektroda pada lead II berada di kaki kiri !!
Lead III
Lead ini merekam bioelektrikal jantung dengan memasang negatif elektroda di tangan kiri, sedangkan positip elektroda dipasang di kaki kiri. Ingat !! positip elektroda pada lead III berada di kaki kiri !!


Jadi sandapan bipolar akan membentuk segitiga dengan persamaan sebagai berikut:
Lead II = lead I + lead III
segitiga ini sering disebut
Einthovent Triangle (lihat gb 14)

Sandapan bipolar ini berguna mengidentifikasi apakah penempatan elektroda sudah tepat atau belum.













Gb :13














Gb : 14


B. Sandapan Unipolar Ekstremitas

Sandapan bipolar memiliki kekurangan yaitu apabila bioelekrikal jantung pada salah satu elektroda terlalu kecil, perbedaan potensial yang merekam bioelektikal ini tidak terukur oleh kedua elektroda tersebut. Maka dari itu seorang ilmuan yang bernama Goldbeger tahun 1942 memodifikasi mesin EKG dengan memutuskan hubungan dengan central terminal akan memperbesar voltase perekaman dari elektroda positip.

Jadi sepasang elektroda negatif diputuskan dengan central terminal, sehingga dihasilkan voltase defleksi yang lebih besar dibandingkan dengan sandapan bipolar.
aVR
Lead ini merekam bioelektrikal jantung dengan menggunakan 3 elektroda , dimana salah satu elektroda dinamakan positip elektroda, dan dua elektroda tidak bermuatan atau zero potensial.
Pada lead aVR elektroda positipnya ditempatkan di tangan kanan. Ingat !! positip elektroda di aVR terletak di tangan kanan !!
aVL
Lead ini merekam bioelektikal jantung dengan mengunakan 3 elektoda, dimana salah satu elektroda dinamakan positip elektroda, dan dua elektoda yang lain tidak bermuatan atau zero potensial. Pada lead aVL elektroda positipnya ditempatkan di tangan kiri. Ingat !! positip elektroda di lead aVL terletak di tangan kiri !!
aVF
Lead ini merekam bioelektrikal jantung dengan menggunakan 3 elektroda , dimana salah satu elektroda dinamakan positip elektroda, dan dua elektroda tidak bermuatan atau zero potensial.
Pada lead aVF elektroda positipnya ditempatkan di kaki kiri. Ingat!! positip elektroda di aVF terletak di kaki kiri !!

Dari sandapan unipolar ekstremitas ini akan di dapatkan hubungan matematika yaitu persamaan lingkaran tertutup di bawah ini :
aVR + aVL + aVF = O (lihat gambar 15)













Gb : 15

C. Sandapan Unipolar Prekordial

Sandapan unipolar prekordial merekam bioelektrikal jantung dari bidang horizontal, dimana hanya menggunakan 6 single positip elektroda yang di tempatkan pada permukaan dada pada tempat-tempat yang telah ditentukan. (lihat gambar 16 &17)










Gb : 16















Gb : 17
Standar internasional dalam melakukan perekaman 12 lead EKG adalah kecepatan 25 mm/detik dan standarisasi 1 mVolt.

12 comments:

  1. 2. Kalau anda menemukan salah satu dari lead I atau aVF negatif, maka gunakan cara ini.
    Misalkan lead aVF defleksi pasitip 5 mm (5 kotak kecil= 1 kotak besar))dan defleksi negatif 10 mm (10 kotak kecil) jadi di lead aVF dominasinya defleksi negatif ---> (-10mm) - (+5 mm) = -5mm, sedangkan di lead I misalkan defleksi positip 11 mm (11 kotak kecil) dan defleksi negatif 2 mm (2 kotak kecil). Jadi di lead I dominasinya defleksi positip ---> (+11mm) - (-2mm) = + 9mm. Lihat gambar 14, anda tinggal hitung 5 mm kearah negatif lead aVF (MULAINYA DARI MANA? KE ARAH MANA?), dan 9 mm kearah positip lead I (MULAI DR TENGAH KE KIRI APA DR KANAN KE KIRI?). Setelah itu tentukan titik pertemuan kedua lead tersebut, kemudian hubungkan titik pertemuan itu dengan titik pusat.
    .........
    cara menentukan axis jantung, pada ket di atas gimana c? aku belum faham. leadI

    ReplyDelete
  2. Seperti rekan-rekan yang lainnya...bagi yg blm mengerti, jgn sungkan tanyakan lgs ke saya lewat YM abu_nazmah@yahoo.com

    ReplyDelete
  3. trimakasih bnyk pak abu, bukunya bgus bgt, bhsanya mudah dimengerti. mskipun sy br baca sebagian sudah menimbulkan semangat untuk terus baca dan baca sampai sy paham benar.

    ReplyDelete
  4. alhamdulillah....please agar tidak merasa sungkan utk bertanya atau diskusi dg saya apabila ada kesulitan mempelajarinya.

    ReplyDelete
  5. aslamu'alaikum... Pak, saya mempunyai rekam jantung, bisakah bapak menganalisanya ? bisa tidak dikirim via email ? terima kasih

    #HENDRA

    ReplyDelete
  6. Walaikum salam wr wb....ok silahkan, sy tunggu ya

    ReplyDelete
  7. telmi nih, angel tenan. harus privat kayaknya hehe

    ReplyDelete
  8. mengapa dalam pemeriksaan yang lebih tinggi itu avr nya? bukan avf nya? apakah terjadi kelainan pada jantung?

    ReplyDelete
  9. Tinggi apanya nih? Kl aVR komplek QRSnya mempunyai voltase yg tinggi(defleksi positip) d banding lead lainnya, kemungkinan pertama adalah salah peletakan elektroda atau tertukarnya salah satu elektroda d ektremitas. Tp pada kasus lain dmana jantung posisinya terdorong d sebelah kanan, maka bisa saja lead aVR mempunyai voltase yg lebih tinggi dari lead lainnya. Jd bukan karena jantung ada kelainan ya.....

    ReplyDelete
  10. Pak abu,mau tnya,,,klo yg melakukan EKG org lain,dan kita yg intrepetasikan,,,,gmn cara ny tahu klo ada yg salah penempatan elektroda ny wktu perekaman dilhat dr gambaran EKG ny?

    ReplyDelete
  11. Banyak caranya, tp yg paling mudah bisa menggunakan lead II dg aVR atau lead aVR dg lead V6. Morfologi gelombang di aVR berlawanan dengan morfologi gelombang di lead II ATAU defleksi komplek QRS di aVR normalnya berlawanan dengan komplek QRS di V6. Kl tdk sesuai dg kedua ketentuan tsb, sebaiknya perekaman EKG d ulang lagi. Tks

    ReplyDelete